• 20

    Jun

    Memasak Masakan Padang Gak Pake Ribet

    “Mii… lagi apa? Meuni seungit sampe luar ni kecium!” Suara Ceu Irma, tetangga depan rumah yang notabene jago masak di kompleks kami, nyamperin. Kontan aja Ummi harus samperin keluar, padahal lagi asyik-asyiknya demo masakan Padang di dapur. Emang nih, tumben-tumbenan Ummi masak yang berat-berat kayak gini, secara Ummi penganut masakan bening yang bumbunya hanya bawang putih geprek, bawang bombay sangrai, gula, garam, merica, dan sesekali masak yang pake kunyit daun salam, jahe, atau lengkuas. Cuma itu. Kok bisa? Kalau bukan karena ada Bumbu Padang dalam bentuk kemasan, gak bakalan mungkin Ummi mampu bikin dengan waktu yang sesingkat-singkatnya hehehe. Meski, mungkin bisa aja sih tapi dengan gugling dan jelas ini juga memakan waktu. Belum lagi tangan bakalan bau bumbu da
  • 20

    Jun

    Berbuka dengan Menu yang Spesial

    Seekor ikan patin pun bahagia, meliuk-liuk di antara belasan rempah Bumbu Padang, daun kunyit, daun jeruk, asam kandis, dan tomat merah yang segar menggoda. Ikan itu bahagia karena diolah dengan baik, merasa dihargai, dan siap menyerahkan dirinya untuk disantap habis. Ummi pun ikut merasakan kebahagiaan itu. Tampak jelas terlihat di antara rempah-rempah yang mendidih, gerakan ikan yang indah aduhai. Walaupun Ummi hanya menggunakan sebelah mata karena satunya tertutup perban. Mata yang tertutup itu merah dan rasanya pedih, bisa jadi infeksi atau entahlah. Membayangkan Abi, Kakak, dan Adik akan makan enak malam ini, pada akhirnya membuat segalanya begitu ringan. Padahal sedari pagi pekerjaan di RS seperti gak ada hentinya. Letih sudah pasti tapi sebentar lagi waktu berbuka, dan azan ak
-

Author

Follow Me