Nge-Date di Centropunto

8 Apr 2015

c8c861d66850f80582ea0cae2e952261_11-centropunto

Rukun dan mesra dengan pasangan, siapa yang gak mau. Menjaganya dengan doa, tentu harus dibarengi dengan usaha bukan? And here is my husband. Abi biarpun terkadang cuek, tapi seringkali melimpahkan banyak perhatian dalam diam, tatapan mata, dan sikapnya. Seperti sore kemarin sepulang kerja, ujug-ujug aja Abi ngajakin nongkrong di tempat yang asyik banget. Catet: masih berseragam kerja. CENTROPUNTO namanya. Sebuah tempat yang mengusung tema Indofusion Meeting Resto dan beralamat di Jl. Trunojoyo. Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum. Kalau mau sambil JJS juga lebih baik lagi karena tempatnya di pusat kota itu. Meski begitu, suasananya nyaman karena teduh, banyak pohon besar gitu.

c08e90e9b5bd0500e27cfaf019fb6511_12-centropuntoSore itu, kami berdua disuguhi santap sore yang bertema. Biebelebop Babetje. Unik banget ya namanya. Katanya sih itu sebutan untuk para pekerja di sebuah desa di Belanda sana. Eh, salah, maksudnya nama sebuah desa di Belanda. Menu bertema itu harganya dibandrol Rp29.900, cukup bikin perut kenyang. Ada 2 menu pilihan dan 1 pilihan free. Yang gratis hanya kentang goreng. Harga tersebut sudah termasuk satu minuman, baik dingin maupun panas. Penataan piringnya disusun vertikal dengan rak besi yang indah. Ada delapan menu makanan, yaitu Tahu Gimbal Semarang, Lumpia, Tortillita de Patata, Single Taco, Tuna Sandwich, Chicken Wings, Brownies, dan Swiss Roll. Kalau minumannya ada Jus Nanas, Jus Apel, Jus Jambu Batu, Jus Jeruk, Teh Panas, dan Kopi Tubruk.

8619ada6dbf9ec76ed328151b5dba3b5_13-centropunto

brownies, swiss roll, single taco, tuna sandwich, en petaat goreng

Kita juga disuguhin atraksi bebek pulang ke kandang. Hihihi lucu, deh. Atraksi ini hanya seminggu 2 kali, yaitu hari Selasa dan Sabtu. Jadi, katanya bebek-bebek itu datang jam 12 siang dan pulang kembali ke kandang jam 5 sore dibarengi musik yang hingar-bingar mengasikkan. Suara wek-wek-wek dan intruksi dari penggembalanya yang mengatakan, “Slow weee … slow weee….”. Dan bebek-bebek itu tampak terlatih mengikuti panduan penggembala, lalu menyusuri red carpet. Kalau dipikir-pikir padahal jalur red carpet ini berbelok dan cukup panjang dari kolam di belakang resto hingga kandangnya di depan. Tuh kan, Dik, kata Ummi juga apa. Kalau kita sering berlatih, meski sekarang gak bisa, pasti akan bisa juga nantinya. Tuh buktinya, bebek aja bisa. Hihihi… nyambung ya.

Tepat pada jam 3.30 sore, ada juga tarian diiringi lagu nasi gorengnya Tante Lien. Jadi inget kalau lagu ini pernah dibawain Hudson di IMB beberapa tahun yang lalu. Kita bisa ikut menari bersama para penari berpasangan itu. Gerakannya yang mudah dan lagu yang familier membuat badan Ummi ikut bergoyang, tapi gak cukup berani untuk ikut gabung menari. Maluuu.

8df4e9092f7724a866353f4feca27029_14-centropunto

si ganteng kalem

Sore yang cerah dengan suasana yang indah di Centropunto. Tempat ini juga didukung dengan wifi kencang hehehe. Dengan ditemani kekasih hati, bikin hati berbunga-bunga. Hilang sudah rasa lelah di badan. Lupakan sejenak keluh kesah dan stres pun teratasi. Ah, indah. Andai tiap hari hahaha … tapi eh, ada yang berdehem di belakang sana. “Slow weee, Bi, slow weee….” :D


TAGS Nge-Date di Centropunto Centropunto Biebelebop Babetje Tante Lien


-

Author

Follow Me