Surga Itu Adalah Orangtua Kita

24 Mar 2015

Dua kali sudah mengalami pengalaman tidak nyaman saat nonton di Blitz Megaplex. Pengalaman pertama adalah saat Abi mendapatkan dua tiket gratis untuk menonton film Iran. Tentunya kita nonton film ini berempat bersama Kakak dan Adik karena mereka berdua bisa dipangku. Ternyata … memang hanya kita berempat saja di dalam satu studio itu. Tidak ada orang lain sama sekali yang ikut menonton. Malam-malam pula. AC yang dingin semakin terasa karena sebelumnya kehujanan dalam perjalanan ke gedung bioskop ini. Suasana juga jadi mencekam karena iklan sebelum film dimulai adalah cuplikan film-film horor Asia. Serem banget.

Dan pengalaman tidak nyaman kedua adalah hari Minggu malam kemarin. Kebetulan saat itu Ummi dan Abi mendapat undangan menghadiri menonton film premierAda Surga di Rumahmu“. Hujan tiba-tiba aja turun dengan derasnya sesaat sebelum kami berangkat. Karena sudah janji, kita berdua maksain datang walaupun hujan belum reda betul. Dengan tubuh basah kuyup dan telat setengah jam dari waktu yang telah ditentukan, kita berdua harus berlapang dada duduk di lorong dan lesehan pula. Film sudah dimulai dari tadi sementara tempat duduk di Studio 4 yang kapasitasnya mungkin sekira 200 orang lebih telah penuh. Bahkan, tangga di tengah koridor juga sudah penuh dan bukan hanya kita berdua saja yang duduk atau lesehan di lorong pintu masuk. Biarpun awalnya gak nyaman tapi akhirnya terbayar sudah setelah nonton film ini. Gak nyesel lagi dah.

cbd8debbd85534d5cded15d0af20c46c_06-surga

Suasana penonton yang penuh sesak. Ada walikota juga, loh

Film ini disutradai oleh Aditya Gumay dan bertema keluarga tentang bakti dan rasa cinta anak kepada kedua orang tuanya serta pengorbanan dan kasih sayang orangtua kepada anaknya. So, ini film untuk semua usia. Film ini bersetting di Palembang dan salah satu spot paling menakjubkan adalah Jembatan Ampera yang berdiri kokoh di atas sungai Musi.

Film ini berkisah tentang seorang anak laki-laki bernama Ramadhan yang diperankan oleh Husein Idol yang mondok di pesantren karena kenakalannya, mungkin. Kenapa mungkin? Karena datang telat, Ummi jadi tidak tahu bagian awal film ini seperti apa, tahu-tahu sudah adegan umminya Ramadhan yang diperankan apik oleh Elma Theana sedang menangis dan rindu akan anaknya itu. Sang Buya yang diperankan oleh Ustad Al Habsyi berdialog dengan Ramadhan mengenai keresahan hatinya. Sang Buya berkata, “Restu dari kedua orang tuamu membuat secara otomatis datangnya restu dari Allah.”

c2af0d2189bc5d0a10461770ea6b85fc_07-surga

Ummi dan Nunk Arief bersama Ust. Al-Habsyi

10 tahun mondok di pesantren membuat Ramadhan dan kedua temannya menjadi tenaga pengajar di tempat ini. Dan di sinilah awal perjumpaan mereka dengan Kirana yang diperankan oleh Zee Zee Shahab yang sedang syuting membuat film di pesantren. Karena Kirana juga ketiga sahabat itu nekat merantau ke Jakarta untuk mencoba ikutan audisi menjadi aktor laga meski gagal. Di kemudian hari, Ramadhan bertemu lagi dengan Kirana di rumahnya saat harus menggantikan ceramah Ust. Attar yang sakit-sakitan. Rupanya inilah awal Ramadhan dan Kirana saling suka sehingga membuat Nayla, teman dekat Ramadhan sedari kecil, menjadi cemburu.

Cerita mengalir loncat-loncat menurut Ummi. Jadi berpikir apakah yang kita nonton barusan itu merupakan potongan- potongan dari sebuah film ‘Ada Surga di Rumahmu’? Jadi yang ditonton bukan cerita seutuhnya. Misalnya saja perjalanan ketiga sahabat merantau ke Jakarta hanya untuk ikutan audisi. Rasanya aneh untuk setaraf ustad gitu loh mau terjun ke dunia film. Apakah mungkin untuk mengambil klimaks akhirnya Ramadhan kembali pulang ke Palembang demi menengok umminya yang sedang sakit keras dan meninggalkan audisinya? Begitu juga saat Ramadhan mendapatkan telepon dari TV swasta untuk mengisi ceramah dan akan disiarkan secara nasional setelah melihat Ramadhan berceramah di Masjid Besar Palembang. Padahal Ummi gak melihat ada adegan Ramadhan berceramah di Masjid Besar, yang ada saat pertama kali ceramah di rumah Kirana. Apakah tawaran TV swasta ini karena ada andil Kirana?

21e2ef474d2c717c661c70c7647c23f2_08-surga

Akhirnya bisa juga berfoto bareng Zee Zee dan Husein di Gramedia PVJ

Berikutnya, Nayla atau Kirana kah yang akan menjadi pilihan Ramadhan? Kendati keduanya terang-terangan menyukai Ramadhan, ibunda Kirana tampaknya tak menyetujui hubungan Ramadhan dengan Kirana karena perbedaan status sosial diantara mereka. Lain hal dengan Nayla yang merupakan teman dekat sedari kecil, yang juga seperti direstui hubungannya oleh ayahnya dan juga kedua orang tua Ramadhan. Namun sepanjang film ini, Ramadhan tetap bersikap baik kepada keduanya, sehingga jelas bikin penasaran juga ending yang gak jelas ini. Hufh… gak suka deh ah!

Yang bisa Ummi ambil kesimpulan dari film ini adalah bahwa berbuat baik kepada orang tua itu wajib hukumnya. Gak berguna deh sukses di tempat kerja atau terkenal di dunia sosial kalau pada akhirnya tidak mendahulukan orangtua. Jelas sekali bahwa pengorbanan seorang ibu dan bapak hingga mereka mampu melakukan apapun di luar batas nalar kita sebagai anak. Sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dan menonton film ini mengingatkan Ummi akan kedua orang tua yang telah tiada. Ummi sempat meneteskan air mata karena ikut terbawa suasana film ini.

Karena cerita yang terpotong-potong itulah, mau gak mau Ummi harus menunggu sampai tanggal 2 April 2015 nanti. Karena film ini akan ditayangkan serentak di bioskop pada tanggal tersebut. Siapa tahu ada jawaban dari beberapa pertanyaan Ummi di atas? Uuh… udah gak sabar aja. Catet ya, hari Kamis, 2 April 2015, di bioskop kesayangan Anda. Siapapun boleh nontom lho :D.[]


TAGS ada surga di rumahmu ustadz al-habsyi husein idol husein alatas zee zee shahab aditya gumay


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post