Mazaya dan Hijab

24 Mar 2015

Jadi gini … pas iseng buka FB saat rehat kerja, Ummi baca status Tian. Katanya dia nyari ganti untuk menghadiri acara nonton film baru. Iseng aja Ummi komen, “Mauuu, dong.” Ternyata kata Tian sudah ada gantinya. Ummi sih biasa aja. Eh, gak berapa lama taunya di-BBM sama Tian, “Mi, ada nih 1 seat lagi, mau gak?” Tentu aja Ummi langsung jawab, “Mauuuu….” Setelah itu Ummi kasih alamat email ke Tian dan bobo cantik.

Undangan by email pun datang setelahnya. Artinya sudah positif. Ummi segera janjian sama Teh Efi dan Rani untuk ketemuan nanti di TSB (Trans Studio Bandung). Pada hari H, Ummi udah prepare dan janjian sama Abi untuk jagain Kakak dan Adik karena sepulang kerja Ummi mau langsung aja ke TSB. Malang gak bisa ditolak, pasien berdatangan saat jam pulang kerja, akhirnya Ummi baru nyampe TSB jam 13.55. Agak terburu-buru karena acara dimulai pukul 14.00. Ternyata masih kurang satu orang jatah undangannya. Mega tidak bisa hadir. Untunglah sebelumnya Rani sudah janjian dengan keponakan Ummi—Nisa—buat ngobrolin bisnis mereka. Akhirnya Nisa diajak. #BloggerBDG yang berkumpul akhirnya sudah berlima, yaitu Rizka, Rani, Teh Efi, Ummi, dan Nisa.

2b8d41f7e402479c53ccd57184ae03da_04-mazayaSampai di tempat, ternyata acara sudah dimulai dari tadi. Para SPG dari Mazaya pun sigap memberikan kami palet kosmetik, bando kain, oto, kapas, tissue, dan kuas-kuas kecil (entah apa namanya … hihihi jarang dandan jadi gak ngerti). Kami disuruh membersihkan wajah terlebih dahulu dengan astrigen agar bekas kosmetik yang menempel sebelumnya bisa terhapus. Awalnya Ummi ragu memakai kosmetik baru ini karena kulit Ummi agak sensitif dengan kosmetik yang belum pernah dipakai. Tentu harus berproses dan Ummi paling males kalo udah begitu. Akhirnya bismillah aja. Ummi dipandu SPG Mazaya yang baik hati untuk memakai foundation secara merata di wajah, kemudian blush-on yang digunakan sembari wajah kita tersenyum dan disapukan keluar dari pipi. Kemudian penggunaan bedak yang kata Mbak SPG-nya Ummi gak boleh ragu pake bedak karena ketipisan. Kalau difoto jadi kurang bagus katanya. Dan BERUBAH! Ternyata Ummi merasa pantes aja berdandan dan kayaknya kosmetik Mazaya ini cocok deh dengan kulit wajah Ummi, gak menor tapi pas.

71899753580c2b11600f42660b7869fc_03-mazaya

Ummi dengan keponakan mencoba Mazaya

Setelah beres-beres dengan kecantikan akhirnya acara ‘meet and great‘ dengan para pemain film HIJAB. Artis yang hadir ada Mike Lucock, Natasha Rizky, dan Carissa Putri. Kita sempat foto bareng lho di atas panggung dan sekalian nonton bareng filmnya. Katanya sih proses pembuatan film ini berlangsung selama 2 bulanan dengan lokasi di Jakarta, Cibubur, Bogor dan sekitaran itu. Film bergenre komedi ini ternyata banyak menuai pro dan kontra. HIJAB bercerita tentang 4 orang sahabat yaitu Bia (Carissa Putri), Sari (Zaskia A. Mecca), Anin (Natasha Rizky), dan Tata (Tika Bravani).

Film HIJAB

Bia dikenal dengan sebutan gadis hidayah karena sekalinya mengikuti sebuah pengajian langsung berhijab, hingga akhirnya menikah dengan seorang artis sinetron, yaitu Matnur (Nino Fernandez). Di kemudian hari, ternyata Bia memiliki kemampuan mendesain baju muslim. Tata adalah mantan aktivis waktu masih menjadi mahasiswa. Awalnya berjilbab karena untuk menutupi rambutnya yang mengalami kebotakan. Tata kemudian menikah dengan Ujul (Omesh) yang bekerja sebagai fotografer profesional dan menjadi ibu rumah tangga yang sangat perhatian dengan keluarganya. Saat menjalankan bisnis dengan ketiga sahabatnya dan berhasil, Tata merasa telah menelantarkan anak dan suaminya hingga ia pun mengalami dilematis.

Sari adalah seorang pekerja keras yang hobi belanja. Suatu hari ia bertemu dengan Gamal (Mike Lucock) di pasar, Pada pandangan pertama mereka saling jatuh hati dan kemudian menikah. Gamal adalah pemuda keturunan Arab yang sangat berpegang teguh kepada ajaran agama. Pemikirannya saklek bahwa perempuan itu tidak boleh keluar rumah tanpa seizin suami karena haram hukumnya dan tidak boleh mencari nafkah. Itulah mengapa saat Sari memulai bisnis dengan ketiga sahabatnya, harus dilakukan dengan diam-diam dan tanpa sepengetahuan suaminya. Anin adalah perempuan modis yang tergila-gila dengan fashion dari kota Paris. Ia tidak berhijab dan belum mau menikah meski telah mempunyai pacar bernama Chaky (Dion Wiyoko) yang membebaskan segala sesuatu yang Anin mau dan lakukan.

5ffc51713bec1f7332707485a77fdfa2_05-mazaya

Ummi dan Nisa bersama Mike Lucock

Awal mula mengapa mereka membuat bisnis fashion hijab secara online karena Tata tersinggung oleh perkataan Gamal bahwa arisan ibu-ibu itu ya arisan bapak-bapak karena uangnya berasal dari para bapak. Tata pun mengajak ketiga sahabatnya untuk menjadi perempuan mandiri dengan berbisnis sendiri. Mereka yakin bisa memiliki uang sendiri, tanpa harus meminta pada suami. Ide awal dari Sari untuk menjual baju-baju muslim karena yakin akan bagus penjualannya. Bia yang mendesain, Sari di bagian keuangan, sementara Tata dan Anin yang menjadi marketingnya. Ternyata memang benar, bisnis mereka berhasil dan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.

Klimaks dari film HIJAB adalah saat usaha bisnis yang mereka kelola secara diam-diam itu akhirnya terbongkar diketahui oleh pasangan hidup mereka. Masing-masing pun mencoba mengatasi masalahnya sendiri. Terlepas dari pro dan kontra tentang film ini, Ummi menggarisbawahi bahwa restu dari suami adalah sangat penting. Mau melakukan aktivitas apapun (termasuk bekerja) harus ada izin dari suami. Ummi juga suka dengan quotes-nya Anin di akhir film saat ia memutuskan untuk berhijab dan menikah dengan Chaky, yaitu berhijab adalah cara untuk melindungi diri dari gangguan laki-laki yang tidak benar dan menutup aurat demi menghormati suami. Penasaran? Nonton saja filmnya.[]


TAGS mazaya film hijab hijab zaskia mecca launching film fashion


-

Author

Follow Me