Anak-Anak Hebat

12 Mar 2015

2d2b25ee1b728df29cb643ab304b5bc0_02-anak

Foto ini diambil pada Januari 2015 di ruang baca foto rontgen Unit Diagnostik RS Muhammadiyah Bandung, tempat Ummi bekerja.

Sudah selayaknya anak-anak sekolah langsung pulang ke rumah setelah letih belajar di sekolah. Akan tetapi tidak buat Kakak dan Adik. Oleh karena kesibukan orang tuanya, mereka mau tidak mau harus mengikuti jadwal Ummi dan Abinya. Berangkat pagi ke sekolah, lalu Ummi bekerja di RS, sementara Abinya kadang ada banyak urusan di luar rumah. Di rumah gak ada orang dan jaraknya jauh dari tempat mereka menimba ilmu.

Kakak dan Adik tampak teridur pulas di sofa empuk seukuran badan mereka. Agar lebih leluasa, Kakak menambah bangku di kepalanya sambil digeber-geber AC. Cuaca yang panas dan badan yang letih cukup membuat mereka nyaman. Pemandangan yang biasa buat temen-temen kerja Ummi kalau ada Kakak dan Adik ikut nimbrung di siang hari karena menunggu umminya selesai bekerja. Kadang, mereka sudah keburu pulang karena dijemput Abinya yang sudah selesai dengan urusannya.

Biasanya Kakak dan Adik duduk manis di depan kompi RS, browsing di Youtube film Aikatsu, Ipin Upin, Toy Story, atau film anak-anak lainnya. Mereka juga kadang browsing tentang game Minecraft karena hapenya sudah di-install game tersebut. Ya, Kakak dan Adik memang lagi keranjingan game merancang bangunan ini, sehingga Adik sampai mengubah cita-citanya dari tentara menjadi arsitek. Kalau dah gak begitu asyik dengan HP Smartfren atau komputer, mereka pasti langsung menggambar dan mewarnai. Begitulah aktivitas mereka kalau nemenin Ummi di RS.

Hebatnya, cantik Ummi ini ada saja cara untuk membuang kejenuhan. Apa saja dilakuin sambil menunggu jam kerja Ummi selesai. Gak ada rengekan atau gangguan yang berarti ketika Ummi sibuk mengurusi pasien. Di usia belia, mereka sudah paham arti menunggu dengan sabar dan di situ … kadang saya merasa sedih. Hampir selalu berangkat pagi pulang sore, lebih lama ada di luar rumah.

Di usia mereka, Ummi hampir selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Ya, kedua orangtua Ummi kendati tidak kaya harta, mereka selalu berusaha mengabulkan permintaan anak-anaknya untuk membeli barang inilah — itulah, main ke sanalah — ke sinilah, atau apapun itu. Akan tetapi tidak dengan Kakak dan Adik. Mereka sudah biasa mendengar, “Nanti ya, Kak, Dik … kalau Ummi dan Abi ada rezekinya. Atau nanti ya, Kak, Dik … kalau Ummi libur kerja atau Abi gak banyak kerjaan.”

Kelak Kakak dan Adik akan paham dan mengerti bahwa Ummi dan Abinya akan selalu melimpahkan kasih sayang hingga maut menjemput. Selalu berusaha membahagiakan, berusaha memberi apa yang mereka mau, dan bangganya Ummi dan Abi kepada mereka. Foto ini akan menjadi bukti di kemudian hari betapa hebatnya cantik-cantik Ummi ini.[]


TAGS lomba selfie story emak gaoel lomba smartfren lomba blog


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post