Terima Kasih Banyak untuk Semuanya

15 Dec 2014

Minggu 14 Desember 2014

Ya Allah, pada hari lahirku yang ke-34 ini, aku bersyukur telah Engkau berikan nafas yang lega, badan besar yang sehat, dan kemampuan dalam berbagai hal. Tanpa seizin-Mu, apalah aku, ampuni segala dosaku….

Terima kasih telah menitipkanku kepada bapak dan ibu yang superhebat, penyayang, dan pengasih. Hari ini aku bersaksi kepada-Mu, ibuku adalah orang yang penyayang, orang yang sangat baik hatinya. Beliau mengajariku berbagai macam hal dari mulai belajar menyusu, mulai makan, berjalan, bernyanyi, berhitung dan membaca, memasak, hingga membuat kue. Beliau pun mengajariku agar mau berempati kepada banyak orang, berbelas kasih, dan tegar dalam menjalani hidup.

Oleh karena itu, terima kasih Engkau telah mengambil ibuku saat beliau masih mampu meminta maaf kepada semua orang dan insya Allah (semoga) semuanya telah memaafkan semua salah dan mendoakannya. Terima kasih Engkau telah menjemput saat hatinya penuh ikhlas menghadap-Mu. Pada saat beliau berusaha tayamun karena sulit untuk berwudhu, dan hanya mampu shalat dalam keadaan setengah duduk telungkup karena duduk tegak pun sudah sulit, Engkau menghilangkan penderitaannya dan menyudahi sakitnya. Kumohon pada-Mu, ampunilah dosa-dosanya, terangilah kuburnya dengan lantunan ayat Quran yang terbata-bata beliau ucapkan, dan lapangkanlah kuburnya Ya Allah….

Dan bapakku yang saat ini sedang gelisah di sampingku, merasakan yang entah apa yang dirasakannya, terkadang teriak kesakitan, mengaduh, dan mengerang. Aku tahu beliau tengah berjuang melawan penyakitnya, berusaha menerima ketentuan-Mu. Akan tetapi aku tak bisa berbuat apa-apa selain sekadar mengurangi rasa sakit dengan menghiburnya atau entah apalah untuk bisa menenangkan jiwanya. Aku hanya bisa menemani, merawat, dan bersimpuh memohon kepada-Mu untuk menghilangkan rasa sakitnya Ya Allah. Buatlah beliau menjadi nyaman dan ikhlas menjalani semua ini.

Di kala sehat, beliau adalah bapak yang tak ada tandingannya. My hero. Beliau bekerja keras menghidupi kami semua. Anak-anak, istri, dan adik-adiknya hingga mapan. Beliau mendidik kami dengan keras dalam hal agama. Bahkan ketika tenaganya sudah tidak terpakai di tempat kerja, beliau bersikukuh menghidupi kami dengan cara berjualan asongan di seberang pulau. Meski harus berjauhan dengan kami. Aku teringat beliau pernah berkata saat aku masih sekolah perawat, “Gaji Bapak hanya cukup bayar sekolah Umi dan asrama.” Pada saat yang bersamaan, kedua kakakku pun sedang mengenyam bangku kuliah di perguruan tinggi swasta. Lalu dari mana beliau mendapatkan biaya untuk semua ini? Kedua orangtuaku berjuang supaya kami semua mendapat pendidikan tinggi dan hidup yang layak. Oleh karena itu, Ya Allah … ampuni dosa kedua orangtuaku, bahagiakan mereka, dan angkat derajatnya. Mereka berdua adalah orang yang baik. Maafkan dosaku yang kadang lalai memerhatikan mereka dan lalai mendoakan mereka di setiap waktu.

Terima kasih kepada suamiku tercinta dan tersayang. Kau mencintai aku, anak-anak kita, dan keluargaku. Sungguh nikmat dan anugerah tak ternilai yang Allah beri kepadaku. Maafkan segala kekurangan yang ada dalam diri ini dalam melayani dan menemanimu. Maafkan sikap dan perkataanku yang menyakitkanmu. Aku menghormati dan menyayangimu. Aku berharap akan selamanya denganmu hingga maut memisahkan kita. Semoga Allah mengabulkan doa-doa dan harapan kita, menguatkan hati kita, dan memudahkan jalan rezekimu. Sungguh aku bahagia berada di sisimu.

Terima kasih kepada kedua anakku tercinta. Kalian adalah titipan Allah yang Mahaindah. Kakak dan Adik yang luar biasa pengertiannya. Maafkan Ummi, ya, Nak. Kadang suka judes, galakin kalian, dan gak semua yang kalian mau Ummi dan Abi kabulkan. Doakan Ummi, Abi, Yangti, Yangkung, Mbahti, dan Mbahkung. Jadilah anak yang hebat dalam bersikap, mau menghormati orangtua, dan berbuat baiklah kepada sesama. Jangan lupa shalat ketika ada atau tidak ada menyuruh kalian. Berhati besarlah, pengasihlah, dan cerdaslah dalam berpikir. Ummi dan Abi tak akan lepas mendoakan untuk kebaikan, kesehatan, dan kesejahteraan kalian. Jadilah anak yang baik.

Terima kasih kepada kakak-adik kandung dan ipar, serta keluarga besar. Terima kasih para sahabat, teman-teman kerja, para tetangga di rumah, teman-teman blogger yang luar biasa perhatian dan menyayangi Umi. Maafkan Umi karena pasti banyak kesalahan.

Akhir kata, terima kasih atas semua ucapan dan doa. Semoga Allah mengampuni dosaku dan mengabulkan doa kita semua, amiiin.

Hari yang melow di kamar rawat inap No. 107 RS Muhammadiyah Bandung


TAGS bapak ibu terima kasih ulang tahun milad selamat


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post